Editor Manga One Piece Meminta Maaf Kepada Publik Karena Ulah Kontroversinya

     Jakarta – Manga terlaris di Jepang yakni One Piece tengah menjadi omongan di negaranya sendiri. Karena lantaran komentar komikus One Piece di edisi terbaru manga, pihak editor Shonen Jump pun meminta maaf pada publik.

Kekisruhan yang terjadi pada seri manga yang ke-89 itu bermula dari komentar sang kreator Eiichiro Oda di halaman belakang manga. Dalam komentarnya, Oda menggambarkan tengah makan bersama dengan sekelompok orang dan hanya tertinggal satu bagian karaage (ayam goreng Jepang) yang tersisa di piring saji.

Seseorang memutuskan untuk menamainya sebagai Sersan Yokoi dan berkata, Sersan Yokoi tertinggal!! Seseorang yang mengakhiri perang!. Echiro Oda pun menutup komentarnya dengan perkataan, “Dengan malu!! Volume 89 dimulai!!”

Pernyataan Echiro Oda itu merujuk pada salah satu sersan yang ada di Angkatan Darat Kekaisaraan Jepang selama Perang Dunia II bernama Shoichi Yokoi. Dia adalah tentara terakhir setelah perang berakhir pada 1945. Ia ditemukan tinggal di hutan Guam pada 1972.

Setelah kembali ke Jepang, dia berkata, “Dengan sangat malu, aku kembali.” Meski komentar Oda awalnya tidak ingin membuat keributan, banyak warganet yang menganggap komentar Echiro  Oda tidak menghargai perjuangan tentara tersebut.

Para Pembaca percaya komentar Echiro Oda tidak menghormati Yokoi karena dia adalah seorang prajurit yang memutuskan untuk tetap setia pada Jepang. Namun netizen lainnya beranggapan komentar Echiro Oda biasa-biasa saja.

Akhirnya departemen editorial Majalah Shonen Weekly Shonen Jump memposting permintaan maaf hari ini. “Kami meminta maaf karena meloloskan komentar Oda. Kami kurang mempertimbangkan akibat dari komentar tersebut,” tulis pihak Editor Shonen Jump.

Begitulah kutipan permintaan maaf resmi dari penerbit Majalah Shonen Weekly Shonen Jump manga reader one piece tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *